6 Kesalahan Umum pada Tipografi

6 Kesalahan Umum pada Tipografi

Halo semua Smile kembali lagi dengan saya Graha Nurdian kali ini saya akan bahas tentang Tipografi, ya sebuah elemen yang menurut saya penting dalam bidang printed design. Salah satu hal yang biasanya desainer newbie (termasuk saya Sad smile) lewatkan. Dengan posting ini saya harapkan bisa membantu desainer dan klien untuk mengerti bagaimana pentingnya kemampuan tipografi, dan menulis dengan baik sambil menghindari kesalahan – kesalahan biasa. Dan mohon diingat, tips disini bersifat subjektif dan bisa berubah tergantung dari variasi proyek, tujuan, dan kepentingan Smile.

1. Kurangnya Leading (Jarak antar baris)

1

Leading/spasi antar baris bisa meningkatkan tingkat keterbacaan pada teks dalam sebuah halaman, menjadikan teks tersebut mudah diikuti oleh pembaca tanpa kehilangan letak teks yang mereka baca. Jarak antar baris yang terlalu kecil bisa menyebabkan perasaan menjadi sempit Smile with tongue out. Sangatlah penting untuk mengingat bahwa tiap jenis font yang digunakan membutuhkan leading yang berbeda.

2. Kurangnya Tracking (Jarak antar kata)

2

Tracking/Jarak antar kata. Tracking mencegah huruf yang ada bertubrukan satu sama lain, khususnya ketika di print. Hampir sama dengan leading yang bisa meningkatkan tingkat keterbacaan ataupun mengurangi tingkat keterbacaan. Sama juga seperti leading, setting yang digunakan relatif tiap masing – masing jenis font.

3. Kerning (Jarak antar 2 huruf)

3

Sambil menerapkan tracking pada kumpulan karakter yang ada, kerning adalah pengaturan spasi antara dua huruf. Efektif ketika digunakan dengan headline, teks dengan CAPS LOCK dan Logo. Jangan terperdaya dengan membiarkan software desain anda men-set Kerningnya secara default. Ingat setiap font memiliki kerning ideal yang berbeda, sama seperti nomor 1 dan 2.

4. Teks yang terlalu panjang

4

Membaca sebuah artikel yang memiliki banyak baris mengakibatkan kelelahan pada mata. Pembaca dipaksa untuk menggerakan kepala dan mata mereka lebih sering dari baris ke baris. Dari berbagai sumber yang ada di internet, banyak yang mengklaim bahwa jumlah teks yang ideal adalah 50 – 60 karakter.

5. Mencampurkan typeface yang terlalu banyak

5

Terlalu banyak variasi typefaces dalam satu halaman bisa jadi sangatlah mengganggu. Coba untuk menjaga pilihan tulisan maksimal 3 jenis per proyek. Typeface yang terlalu banyak dapat menyebabkan pembaca tidak bisa membedakan elemen mana yang penting dalam suatu halaman. Hal ini membuat kemungkinan pembaca akan kehilangan inti dari tulisan yang kita buat.

6. Tidak menggunakan huruf serif dalam teks konten

6

Serif digunakan untuk materi yang cukup banyak, seperti buku dan majalah. Font jenis ini juga membantu mengurangi kelelahan mata, dan cidera mata, dan kita tahu bahwa kita butuh mata kita.

Vocabulary

  1. Leading = Jarak antar baris
  2. Tracking = Jarak antar kata
  3. Kerning = Jarak antar 2 huruf
  4. Typefaces = Jenis huruf seperti h1, italic, bold dll.
  5. Serif = Jenis font yang memiliki jambang Smile with tongue out

CMIIW
Punya saran lainnya? share disini dong Smile

Penulis: Graha Nurdian -

16 Years old kiddo who have great interest on Web Design, Blogging, Designing, also an enthusiast gamer. Now I am working on my biggest project which gonna be focused not like my other one. Enjoy my post !

Berlangganan Artikel Gratis !

  • http://www.satublog.us Om Adi | Satu Blog

    Saya baru tau ini semua mas.
    Info yang bermanfaat buat saya.
    Ijin save dulu :D
    Makasih mas graha

    • Graha Nurdian

      Iya sama – sama mas :)

  • http://danisetiyawan.com dHaNy

    Ini berlaku juga untuk blog kan mas Nurdian? tidak hanya untuk printed design.
    Semoga saja blog saya sudah mewakili itu, mohon masukannya..
    Terima kasih tips nya mas.

    • http://blog.kamarkecil.com Arif

      tipografi tidak hanya berlaku untuk desain cetak saja. dalam mendesain media visual perlu memperhatikan tipografi mas…

      • http://www.margasatrya.com/ satrya

        Yes bener banget. misalkan desain web saja. Klo tipografi kurang bagus kaya blog saya ini, pasti pada gk betah bacanya :mrgreen:

        • http://blog.kamarkecil.com Arif

          Om Satrya bisa aja merendahnya… kalau ga bagus ya ga dikunjungi banyak orang to yo… :D

  • Guusn

    saya kurnag begitu bisa tipografi. ada yg mau ajarin saya ?

  • http://timlo.net kota solo

    di poin “4. Teks yang terlalu panjang” saya sedikit kurang faham mas,, hehehe
    yg lainya paham saya,, dan sangat2 setuju :)

    • http://blog.kamarkecil.com Arif

      Panjang pendeknya teks itu bergantung pada informasi yang akan disampaikan. Mungkin yang dimaksud mas Graha, banyaknya kata tiap paragraf bukan 50 – 60 karakter, tapi 50-60 kata.

      • Graha Nurdian

        Udah dibenerin mas Arif tuh :)

  • andank

    saya kurang tau tentang ini

    • Graha Nurdian

      Nah ini saya kasih tau :)

  • Abi أب

    Hmm…masih agak bingung ama font serif, soalnya saya sendiri lebih suka sans-serif…blog ini kontennya juga pake sans-serif

    • Graha Nurdian

      Kelebihannya font serif itu ada jambang – jambangnya *bener ga ya* di ujung font, jadi tulisan bergaya lama dan klasik :)

      Iya website ini masih pake sans-serif

  • eko

    Sepertinya mas Graha, guest blogger paling top dan aktif disini :)

    • http://www.margasatrya.com/ satrya

      Ayo mau rajin guest blogger juga, ada hadiah menariknya loh *kaya iklan aja* :mrgreen:

    • Graha Nurdian

      Enggak juga sih mas :) banyak yang top tapi sayang kurang aktif :)

  • Agus Siswoyo

    Contoh penerapan pada kode html kok nggak dijelasin sekalian mas?

    • Graha Nurdian

      Jangan diungkapin semua dalam 1 post dong, kan enggak seru :p *ngales*

  • http://www.eserzone.com eser

    Mungkin posting berikut adalah bagaimana cara memperbaiki kesalahan tipografi yang sudah bro sebutkan sehingga visitor bisa mendapatkan jawaban atas permasalahan yang di temukan

    • Graha Nurdian

      Insya allah mas, soalnya lagi sibuk UAS maklum masih sekolah :)

  • ardianzzz

    Poin terakhir saya rasa tidak relevan. Sebenarnya bukan pada penggunaan typeface “serif” atau “sans-serif” tetapi pada jenis font tersebut legible atau tidak.

    Di luar hal-hal tersebut, legibilitas website tergantung pada ukuran font, jenis font, resolusi layar, kontras, serta kualitas rendering. Pada WinXP (dengan fitur antialiasaing dimatikan) penggunaan font serif macam Times New Roman atau Garamond lebih mirip mimpi buruk karena teks terlihat hancur dan susah dibaca pada ukurang kurang dari 12px. Sedangkan sans-serif masih terlihat baik-baik saja sehingga untuk penulisan konten web dianjurkan menggunakan sans-serif.

    Penggunaan serif memang mulai marak akhir-akhir ini. Didukung oleh komputer dengan sistem operasi yang mampu merender font dengan labih baik. Apalagi didukung teknologi font embedding sehingga desain visual web bisa menjadi lebih baik dan usabel.

    • Graha Nurdian

      Iya sih mas, tapi yang saya ungkapkan disini sebenernya lebih mengarah ke non-web printing. Memang sih rata – rata website memakai teks sans-serif pada web, tapi teknologi font yang sampeyan katakan juga udah marak dan sudah mulai merambah berbagain jenis font seperti teknologi font embedding cufont, google font dll.

      Kalo boleh saya simpulkan apa maksud sampeyan itu, kita tidak perlu terpaku pada satu jenis font serif maupun sans-serif? kita cuman harus terpaku pada desain visual web yang lebih baik dan usable / dengan kata lain teks yang memiliki visual dan readability bagus ?

  • Rudy Azhar

    Tulisan diatas ini apa telah dipraktekkan sama penulis?

  • Pingback: Apa itu Google Font API dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

  • http://obatantirokok.wordpress.com ObatAntiRokok

    makasih banyak ilmunya :D

  • Ecy Anboo

    Thanks banget buat info nya gan.
    Masih muda, tapi dah banyak tau soal tipografi.

    Go AHEAD!